binaryculture.net – Pengasaman laut terjadi ketika air laut menyerap lebih banyak karbon dioksida dari atmosfer. Perubahan ini menurunkan pH laut dan mengurangi ketersediaan ion karbonat, bahan penting yang digunakan moluska untuk membentuk cangkang.
Pengasaman laut dapat membuat pembentukan cangkang moluska lebih sulit, lebih lambat, dan lebih rapuh. Dampaknya bergantung pada jenis moluska, tahap pertumbuhan, serta kondisi lingkungan. Kerang, tiram, siput laut, dan organisme bercangkang lain dapat mengalami gangguan pada pertumbuhan dan perlindungannya.
Artikel ini membahas proses kimia yang mengubah karbonat di laut, cara perubahan tersebut memengaruhi moluska, serta dampaknya bagi ekosistem pesisir.
Air laut menyerap karbon dioksida (CO₂) dari atmosfer, lalu membentuk asam karbonat yang menurunkan pH. Proses ini juga mengurangi ion karbonat, yaitu bahan penting bagi moluska untuk membentuk dan memperbaiki cangkang.
Ketika CO₂ masuk ke air laut, gas tersebut bereaksi dengan air dan membentuk asam karbonat (H₂CO₃). Senyawa ini kemudian terurai menjadi ion hidrogen (H⁺) dan ion bikarbonat (HCO₃⁻). Peningkatan jumlah ion H⁺ membuat air laut menjadi lebih asam dan menurunkan nilai pH.
Ion hidrogen juga bereaksi dengan ion karbonat (CO₃²⁻) dan mengubahnya menjadi bikarbonat. Akibatnya, jumlah karbonat bebas berkurang meskipun jumlah karbon anorganik terlarut dapat meningkat.
| Proses kimia | Dampak utama |
|---|---|
| CO₂ + H₂O → H₂CO₃ | Membentuk asam karbonat |
| H₂CO₃ → H⁺ + HCO₃⁻ | Meningkatkan keasaman |
| H⁺ + CO₃²⁻ → HCO₃⁻ | Mengurangi karbonat tersedia |
Perubahan ini tidak selalu berarti air laut menjadi asam menurut skala pH, tetapi menunjukkan penurunan sifat basanya. Perubahan kecil pada pH dapat mengubah keseimbangan kimia yang dibutuhkan untuk pembentukan cangkang.
Moluska membentuk cangkang terutama dari kalsium karbonat (CaCO₃). Sel mantel mengambil ion kalsium (Ca²⁺) dan karbonat dari lingkungan, lalu mengaturnya dalam struktur mineral seperti aragonit atau kalsit.
Ketersediaan karbonat menentukan kemudahan reaksi kalsifikasi. Para ilmuwan menilainya melalui tingkat kejenuhan mineral, yang sering ditulis sebagai Ω. Jika Ω lebih dari satu, pembentukan mineral cenderung lebih mudah. Jika nilainya turun mendekati atau di bawah satu, pelarutan cangkang menjadi lebih mungkin terjadi.
Pengasaman laut menurunkan Ω karena jumlah CO₃²⁻ berkurang. Moluska kemudian harus menggunakan lebih banyak energi untuk mempertahankan pH di sekitar jaringan pembentuk cangkang, mengangkut ion, dan memperbaiki permukaan yang rusak. Energi yang tersedia untuk pertumbuhan, reproduksi, atau pertahanan tubuh dapat ikut berkurang.
Larva dan juvenil biasanya lebih rentan karena cangkangnya masih tipis, luas permukaannya besar dibandingkan volumenya, dan sistem pengaturan ionnya belum berkembang sempurna. Pada beberapa spesies, larva mulai membentuk cangkang segera setelah menetas sehingga perubahan karbonat dapat memengaruhi kelangsungan hidup sejak tahap awal.
Kondisi karbonat rendah dapat memperlambat pembentukan cangkang dan menyebabkan bentuk cangkang tidak normal. Cangkang yang lebih tipis juga memberikan perlindungan lebih rendah terhadap pemangsa, benturan, dan perubahan lingkungan.
Tahap awal kehidupan membutuhkan energi untuk pertumbuhan cepat. Jika energi lebih banyak digunakan untuk menjaga keseimbangan asam-basa, larva dapat tumbuh lebih lambat atau mengalami peningkatan kematian. Dampaknya berbeda menurut spesies, suhu, makanan, salinitas, dan kemampuan induknya menyesuaikan diri.
Pengasaman laut mengurangi ketersediaan ion karbonat yang diperlukan moluska untuk membentuk cangkang. Perubahan ini dapat memperlambat pertumbuhan, menurunkan keberhasilan reproduksi, serta mengganggu rantai makanan dan hasil perikanan.
Ketika pH air laut turun, jumlah ion karbonat berkurang. Moluska seperti tiram, kerang, remis, dan pteropoda harus menggunakan lebih banyak energi untuk membentuk kalsium karbonat. Jika energi tidak mencukupi, cangkang dapat tumbuh lebih tipis, lebih ringan, dan lebih mudah retak.
Larva moluska sering menghadapi risiko terbesar karena mereka membentuk cangkang pertama pada tahap awal kehidupan. Cangkang yang rapuh dapat mengurangi perlindungan dari predator, arus kuat, dan perubahan suhu. Pada beberapa spesies, pengasaman juga memperlambat pertumbuhan jaringan tubuh sehingga waktu menuju ukuran dewasa menjadi lebih panjang.
Dampaknya dapat berbeda menurut spesies, usia, dan kemampuan beradaptasi. Moluska yang hidup di wilayah pesisir dengan perubahan pH besar mungkin memiliki toleransi lebih tinggi, tetapi kemampuan tersebut tetap memiliki batas.
Pengasaman laut dapat menurunkan tingkat kelangsungan hidup larva dan individu muda. Gangguan pembentukan cangkang membuat larva lebih rentan terhadap kerusakan fisik dan serangan predator. Energi yang seharusnya digunakan untuk pertumbuhan juga dapat dialihkan untuk menjaga keseimbangan kimia dalam tubuh.
Pada moluska dewasa, kondisi ini dapat mengurangi cadangan energi untuk menghasilkan sel telur dan sperma. Beberapa penelitian menunjukkan perubahan pada jumlah gamet, kualitas telur, atau keberhasilan pembuahan. Jika lebih sedikit larva bertahan hingga dewasa, jumlah individu baru dalam suatu populasi dapat menurun.
Respons setiap spesies tidak sama. Suhu, ketersediaan makanan, kadar oksigen, dan tingkat keasaman dapat memperkuat atau mengurangi dampak tersebut. Tekanan dari beberapa faktor sekaligus biasanya meningkatkan risiko bagi populasi.
Moluska berperan sebagai penyaring air, pemakan plankton, dan sumber makanan bagi ikan, kepiting, burung laut, serta manusia. Penurunan jumlah atau ukuran moluska dapat mengurangi makanan bagi predator yang bergantung pada kerang dan organisme bercangkang lainnya.
Gangguan pada pteropoda juga dapat memengaruhi ikan laut yang memakannya. Perubahan pada satu kelompok organisme dapat mengubah jumlah mangsa dan predator dalam ekosistem. Selain itu, berkurangnya moluska penyaring dapat menurunkan kemampuan beberapa habitat pesisir dalam mengendalikan partikel dan menjaga kejernihan air.
Perikanan tangkap dan budi daya kerang dapat menghadapi kerugian karena pertumbuhan lebih lambat, kematian larva, dan hasil panen yang tidak stabil. Pembudi daya dapat memantau pH, mengatur waktu pemijahan, dan menggunakan sumber air yang telah diolah untuk mengurangi risiko.
binaryculture.net - Hubungan ikan badut dan anemon laut terbentuk melalui pertukaran manfaat di habitat terumbu…
binaryculture.net - Terumbu karang menjadi habitat penting bagi ribuan spesies ikan laut. Struktur karang menyediakan…
binaryculture.net - Perubahan iklim mengubah kondisi laut dan menciptakan lingkungan yang lebih sesuai bagi ubur-ubur.…
binaryculture.net - Sampah plastik yang menumpuk di pesisir tidak hanya merusak pemandangan. Plastik dapat masuk…
binaryculture.net - Pencerahan karang terjadi saat karang kehilangan alga simbion yang memberinya warna dan energi.…
binaryculture.net - Pencemaran logam berat di sungai dapat mengubah kualitas air dan mengancam kehidupan ikan…